Selamat Datang di Web Blog MTs Negeri 1 Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

Blog Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Barat

Jumat, 06 Januari 2017

Menjadi Shaleh dengan Memuliakan Mushaf Allah

Sebab memuliakan potongan Mushaf Alqur'an, Allah menjadikan seorang Berandal menjadi Waliullah (Kekasih-Nya).
Suatu hari dalam keadaan mabuk, Ia berjalan terhuyung-huyung. Tiba-tiba ia temukan secarik kertas bertuliskan:
بسم الله الرحمن الرحيم
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
Si berandal itu lalu mengambilnya, dan membeli minyak mawar untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya dengan hati-hati di rumahnya.
Malam harinya seorang seorang Shaleh bermimpi. Dalam mimpi itu ia diperintah Allah untuk mengatakan kepada si berandal:
"Engkau telah mengharumkan nama-Ku, maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah menyucikan nama-Ku, maka Aku pun telah mensucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscayaKu-harumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat nanti".
"Orang yang ku mimpikan ini adalah seorang pemuda berandal", orang shaleh itu berpikir. "Mungkin aku telah bermimpi salah".
Oleh karena itu ia pun segera bersuci, shalat kemudian tidur kembali, namun tetap saja mendatangkan mimpi yang sama. Ia ulangi perbuatan itu untuk ketiga kalinya, ternyata tetap mengalami mimpi yang demikian juga. Keesokan harinya pergilah ia mencari si berandal tersebut.
Dari seseorang yang ditanyanya, ia mendapat jawaban:
"Si berandal sedang mengunjungi pesta minum anggur".
Maka pergilah ia ke rumah orang yang sedang berpesta itu, dan menyampaikan pesan dari mimpinya tersebut kepada si berandal.
Kemudian si berandal berkata kepada teman-teman minumnya;
"Sahabat-sahabat, aku dipanggil, oleh karena itu aku harus meninggalkan tempat ini. Selamat tinggal! Kalian tidak akan pernah melihat diriku lagi dalam keadaan yang seperti ini!"
Dan sejak saat itu tingkah laku si Berandal berubah sedemikian salehnya. Sedemikian asyiknya ia menghadap Allah bahkan mulai saat itu ia tak pernah lagi memakai alas kaki. Inilah sebabnya mengapa si berandal juga dijuluki 'si manusia berkaki telanjang'.
Orang tersebut adalah Sayyiduna Bisyri Al-Khafi, seorang yang tadinya berandal, suka mabuk-mabukkan, lalu Allah angkat derajat dan martabat di sisiNya, Hanya karena memuliakan sepotong mushaf Alqur'an dengan tulus, dan ta'dzim.
***
Konon Imam Ahmad bin Hambal sering mengunjungi Bisyr. Sang Imam begitu mempercayai kata-kata Bisyr. Hal itu menyebabkan murid-muridnya tidak senang hingga pernah menanyakan tindakan gurunya.
“Wahai guru, di zaman ini tak seorangpun yang dapat menandingimu dibidang hadits, hukum, teologi, dan setiap cabang ilmu pengetahuan. Tapi mengapa, setiap saat engkau menemani seorang berandal? Pantaskah perbuatanmu itu?”
“Mengenai setiap bidang yang kalian sebutkan tadi, Aku memang lebih ahli daripada Bisyr.”
Jawab sang Imam.
“Tetapi mengenai Allah, Ia lebih ahli daripada aku.”
Imam Ahmad bin Hambal sering memohon kepada Bisyr, “Ceritakan kepadaku perihal Tuhanku.”.
***
Semoga Allah memuliakan serta mengangkat derajat kita, melalui kecintaan kita kepada Alqur'an, dan 'Memperlakukan' Alqur'an sebagaimana mestinya.....Amin

Back To Top